Sabtu, 16 Juni 2012

PostHeaderIcon Kumpulan Puisi Lengkap

Dahaga Cinta

Terkasih indah saat bercinta
Cerita indah disetiap penggalan peristiwa
Hadirkan hamparan harapan seakan nyata
Sesak jiwa menyongsong bahagia

Sentuhan jiwa melambungkan angan
Terbang bersama serpihan luka
Hanyutkan gelisah mendahaga rindu
Ingin berucap rasanya malu

Tentukanlah jawaban di antara pilihan-pilihan
Hingga temukan akhir dari permulaan
Jangan mengambang di antara dahaga
Rindu yang tercipta hanya penantian panjang

Sunggingan bibir tinggal bayangan
Serpihan kasih tinggal khayalan
Tinggal kenangan yang jadi sandaran
Indahnya kisah semuanya hanya tipuan

Senyum manis menjelma tangisan pilu
Menahan perih luka tersayat
Berlaripun tak sanggup melangkah
Menantipun terpasung
By: Zaeneta


Untuk Dewan Perwakilan Rakyat negeriku

Dewan Perwakilan Rakyat yang terhormat
Yang katanya kerja hanya untuk Rakyat
Yang kenyataannya engkau malah berkhianat
Engkau lupakan dan singkirkan segala amanat

Dewan Perwakilan Rakyat yang terhormat
Begitu ngototnya engkau mau mendirikan gedung keramat
Apakah engkau menutup mata, banyak rakyat yang melarat
Apakah engkau ingin rakyat semakin sekarat

Dewan Perwakilan Rakyat yang terhormat
Kalau rakyat bertanya, engkau selalu punya siasat
Apakah engkau lupa, setelah dunia masih ada akherat
Apakah engkau bahagia dan bangga jika rakyat melaknat

Dewan Perwakilan Rakyat yang terhormat
Kami mencari uang dengan keringat
Engkau menghamburkan uang dengan semangat
Apakah engkau mau kami anggap engkau keparat

Dewan Perwakilan Rakyat yang terhormat
Yang merasa kumpulan orang-orang hebat
Kami juga berpikir dengan otak bukan dengan pantat
Kami kumpulan orang hidup, bukan kumpulan mayat

Dewan Perwakilan Rakyat yang terhormat
Jika engkau tetap mendirikan gedung yang dahsyat
Jika engkau tetap bersikukuh melaksanakan niat
Maka, semoga engkau menderita sampai kiamat

Dari :
Rintihan hati rakyat di negeri yang semakin melarat karena ulah para keparat yang mengaku terhormat kenyataannya bejat
(mbethik)


MUNGKIN
Oleh : Puteri Ardista N M

Mungkin ku bahagia
Namun sesaat
Yang buatku terpejam akan dunia
Kutanya dalam hati
Mungkin aku disurga
Mungkin aku bersamanya
Mungkin Tuhanku ada
Mungkin aku dengan mereka
Mungkin aku di neraka
Disana tersiksa dan teraniaya
Bayanganku hitam kelam
Ketika kutanya hati
Hatiku bersangka
Pada ilahi yang ada
 
Buat aku percaya
Cinta Ilah yang abadi
Bukan cinta duniawi


TERDIAM
Oleh : Puteri Ardista N M

Hampa yang kurasakan
Berada dalam penantian panjang
Hanya waktu yang dapat ungkapkan
Dimana aku duduk dan bayangkanmu
Entah hati ini terdiam
 
Beku untuk sejenak
Aku berpikir untuk lupakannya
Tak kau tahu
Cintaku begitu berharga
Namun tak kan kau sadari
 
Dan ku terdiam untukmu
Agar kau mengerti
 
Bahwa hatiku sedih
Dan aku sendiri disini
Semua itu buat aku sakit
Sakit yang buatku terpaku
Dan aku tak kan bisa bicara padamu
Tentang hati ini
Maaf jikaku hanya diam
Bagai batu ditepian


TERDIAM
Oleh :  Zaeneta 

Hampa yang kurasakan
Berada dalam penantian panjang
Hanya waktu yang dapat ungkapkan
Dimana aku duduk dan bayangkanmu
Entah hati ini terdiam
 
Beku untuk sejenak
Aku berpikir untuk lupakannya
Tak kau tahu
Cintaku begitu berharga
Namun tak kan kau sadari
 
Dan ku terdiam untukmu
Agar kau mengerti
 
Bahwa hatiku sedih
Dan aku sendiri disini
Semua itu buat aku sakit
Sakit yang buatku terpaku
Dan aku tak kan bisa bicara padamu
Tentang hati ini
Maaf jikaku hanya diam
Bagai batu ditepian


PADAMU
Oleh : Puteri Ardista N M

Hawa padamu
Adam padamu
Bumi padamu
Cinta padamu
 
Jiwa padamu
Aku padamu
Bersimpuh padamu
Memohon dihadapmu
Hanya pada-Mu lah kami ada
Maafkan lah diri
Yang mungkin lupa diri
Akan neraka dan illahi
Yang buat mabuk diri ini
Hiaskan mimpi yang berakhir
Karen setan yang bergulir
Aku benci setan yang menggoda
Mengapa diri tak mengelak
Dan membuat diri terjebak


RINDU QALBU 
Oleh :  Zaeneta 

Kerinduanku atas dirinya
Buat mata ini berkaca
Rasanya buatku rindu
Rindu akan bersihnya qalbu
Hati kotor hamba
Tak pantas menerima cinta-Nya
Namun hamba berusaha
Tuk dapatkan ikhlas-Nya
Hai jiwa baik nan bersih
Tolong bersihkanlah hingga pulih
Hamba bukan hamba sahaya
Yang sangat teraniaya
Hamba hanya manusia berdosa
Yang merindukan cinta-Nya
Qalbu hamba sudah ternoda
Namun apa daya bila setanlah sebabnya
Sungguh jauh nan dalam hati hamba
Inginkan bersihnya qalbu dari noda
Mungkin hamba tak pantas
Karena hati ini tlah mengeras
Bagai batu karang
Yang dihempas sang lautan
Kan terpecah bila tertetes
Tertetes akan ridho-Mu
Dan melebur karena-Mu
Cinta hamba hanya maya
Yang tertuju pada manusia
Pabila hamba cintai-Mu
Mungkin kan dapatkan surga
Rindu hati akan qalbu
Buat hamba pikir ini benar
Benar jika dibenarkan
Dan salah jika disalahkan
Itulah sanksi Tuhan
Tuhanku sang Allah


SI DIAKU
Oleh : Puteri Ardista N M

Kalaku duduk terbaring
Kutarik bantal dan guling
Sambil kutulis kata kata di kertas
Kusandarkan handphone disampingku
Kuberharap handphone berdering
Dimana suatu pertanda kekasihku
Mengirimkan sebuah kata indah untukku
Kutunggu nan kutunggu
 
Namun tak berdering jua
Selang beberapa detik handphoneku berkedip
Dan kuharapa itu dari kekasihku
Namun setelah kubaca
Dari seseorang yang lain
Dan orang itu sosok yang kukenal
Lalu kutermenung
Membuka qalbu yang tidur
Dan kumulai mendengar isi hatiku
Dan kuungkap hatiku ada sesuatu untuknya
Kuharap dialah kekasihku sesungguhnya
Namun ia ternyata sahabat yang kusayang

RUPA CINTAKU
Oleh : Puteri Ardista N M

Kumencintai bukan karena rupa
Tetapi mungkin ada sebabnya
Kumenyayangi sesuatu bukan karena harta
Tetapi mungkin dia memberiku hati
Dan karena hatiku memilihnya
Cintaku tak bisa diuraikan dengan kata
Tak bisa dihitung matematika
Tak bisa dirumuskan dengan fisika
Bahkan tak bisa dihafal bagai biologi
Tapi aku sadar akan satu hal
Bahwa cintaku bukan masalah hitungan
Ataupun masalah hafalan
Namun bagaimana ku sempurnakannya
Aku tak tahu rumus apa yang manjur
Untuk obati hatiku yang lebur
Bagai kacang bubur ini
Jika hatiku terluka cinta
Namun ku jawab dalam hati
Sesungguhnya cintaku tak berupa
Namun hatiku bernyawa
Bernyawa karena cintanya
 
Cinta atas ridha Allah



HEMBUSAN ANGIN
Oleh :  Zaeneta 

Kutatap dunia penuh tawa
Hasilkan buah dijiwa
Kurasakan setiap dia merasuk kejiwa
Sejuknya merasuk kedarang an tulangku
Kulihat nyiur bergoyang
Seakan ikut berdendang
 
Tahu hati bahagia dan senang
Bagai kelopak yang sedang berbunga
Namun jika sang angin marah
Hyang sejuk menjadi  mabuk
Seakan mengibas isi dunia
Ketika ia merasa lelah dan lara
Dunia menjadi hancur
Kasihan sang bumi jadi lebur
Meronta bagai serpihan
Bahkan puing pun ikut bersedih
Kusadar dan tahu sekarang
Hembusan angin yang sejuk
Dan merombakkan isi dunia
Dan itu semua karena diri kita
Yang tak pernah menjaganya



TANGISAN SANG BUMI
Oleh : Puteri Ardista N M

Hamparan hijau di palung angkasa
Satu pijak di bumi
Rasakan suara terisak
Tangis sang udara disini
Andaikan langit membukakan pintu langit
Apa daya nak dibawahnya
Ataukah saat daging bumi runtuh dan terkelupas
Maka yang didalamnyalah terhentak
Tak ada yang tahu bahwa bumi ini menangis
Ataukah tersakiti
Karena yang didalamnya
Laksana embun dihentak daun
Terpercik dan terbang tergoyang
Aku berkaca pada nurani diri
Namun kenapa hati tak sadar
Padahal disekitar sedang mengiba
Kutak sanggup melihat bumi ini menangis
Dia tersiksa dalam nestapa
Tanpa ada yang mengibanya
Semoga sang bumi tabah
Tak sampailah ia turunkan air bah



TENTANG AKU
Oleh : Puteri Ardista N M

Kala bumi menghidupkanku
Kusadar itu tentang aku
Dara derita datang mengujiku
Buah hasil dari suatu laku
Mungkin ini sebuah luka
Hari duka yang membara
Rasa cinta kepada si dia
Membuat hati makin kecewa
Bukan itu maksud dinda
Hati kecil buat derita
Ini aku sang pujangga
Ada rasa kepada si dia
Hati ini sungguh kecewa
Saat hati tertombak lara
Wahai aku diriku ada
Tiada asa yang membatasinya
Dimana dia aku ada
Duhai cinta kubawa kemana
Sungguh ini tentang diri
Ada cinta dan benci
Yang tertanam dalam hati
Aku lupa atas laku
Yang membuat hatiku beku
Namun diri ini milik-Mu ya Allah
Semoga engkau menjaga hamba ini
Meski diri hamba telah terlumur dosa


 SESALKU
Oleh : Puteri Ardista N M

Sesalku dalam hati
Tak berujung diri
Ingin nanti hati
 
Yang akan kau kabuli
Meski tak tersinari
Rasa sakit ini
Inginku tak nikmati
Namun dia datang saatku terdiam
Tapi dia juga terbang saatku senang
Jika kutatap dia
Air mataku jatuh tak terkira
Merinding jiwa ini
 
Seakan ragaku copot dari jasad ini
Tak kuasa detik demi detik
Dan tetes demi tetes air mata jatuh dan menggores pipi
Tak ingin kulukai hati
Mengapa cinta begini
Dan ku berkata dalam hati
Ya Allah maafkan aku
Maafkanlah kesalahanku


KISAHKU DALAM LAGU
Oleh : Puteri Ardista N M

Terngiang rasa telingaku
Saat mendengar lagu
Lagu yang begitu mengisahkanku
Tak dapat kupuaskan hati
 
Jika tak tersambar nada lugu
Kuteringat hati yang bermekar
Seperti petir yang menyambar
Namun setelah kudengar
 
Rasa itu telah bubar
Jika kumendengar lagu merdu
Kuteringat dia yang ada dihatiku
Namun kumenangis teriris
Karena kusadari oleh piluku
Yang tak bisa bersama
Duhai lagu kirimkan pesanku
Duhai lagu ingin kubawa hatiku
Lagu merdu terkisah aku
Lagu lugu cerita hatiku
Tangis diamku dalam laguku



KETULUSAN HATI
Oleh :  Zaeneta 

Jikalah matahari menyengatku
Kan kurelakan tubuhku terbakar
Ketulusanku atas dirimu seolah membuatku lupa
Aku mencintaimu bukan hartamu
Aku mencintaimu bukan rupamu
Aku mencintaimu bukan tubuhmu
Tapi aku mencintai kekuranganmu
Aku mencintai kebodohanmu
Bahkan kumencintai laku konyolmu
Aku tak tahu rupa sempurna
Tapi dimataku kekuranganmulah yang membuatmu sempurna
Tak terasa tetes air mataku jatuh
Untuk menulis sederet kata hati ini
Kutak tahu mengapa kutulis padamu
Apakah dirimulah yang pantas mendapatkan  cintaku?
Ataukah diriku yang terlalu murah memberikan rasaku?
Aku tak tahu cinta macam apa ini
Ku tak pernah berikan ke siapapun
Rasa ini beda padamu
 
Begitu nyaman aman dan tenang
Ya tuhan ku merasakan apa?
Aku takut aku kecewa atas inginku
Aku tahu hidupku tak lama didunia
Tapi ya tuhan ijinkan ku bahagia meski sementara
Betapa kutulus dengannya



JANJI KITA
Oleh :  Zaeneta 

Saat ku bersamamu
Menatap kedua mata bintangmu
Disaat itu kau genggam jemariku
Ku yang berjanji padamu
Kaupun yang berjanji padaku
Bahwa kita tak kan pernah cerai
Ku percaya padamu
Kau pun begitu
Kuharap cinta kita tak sementara
Namun akankah selamanya?
Aku tak tahu
 
Harapku itu tak hanya sia belaka
Janjiku janjimu
Tak terpaut waktu dan ruang
Aku tak peduli jikala halangku orang tuaku
Janji kita abadi selamanya
Harap kita kan terkenang
Tak rentan meski pedang menghujam
Tak peduli rantai memasung
Tak peduli jeratan racun
Karena janji kita adalah sebuah ikrar
Dimana tangan kitalah yang menyatukan



Adakah Cinta Terbenam

seketika bayangmu tiba
ada hitam diantara mata
tak terasa hamparan angin menyapu kalbu
dalam hati yang penuh luka

dingin,tak terasa dalam jiwa
panas hanya ada dalam dada
ingin rasanya menyudahi semua
kala senja telah terbenam

namun teringat tetesan air mata yang keluar dari mataharimu
membuatku tersadar lalu bangun,
"mau apa aku ini"
seseorang bak berlian menunggumu cemas sedang kau hanya kosong
mencoba bangkit namun engkau hanya dapat suatu cercaan. .
mencoba berlari namun tak ada yang mau menghampiri
ku coba tegar namun sifatmu yang seperti gelombang terlanjur menyapu asa ku..
adakah tetesan embun pagi mau menyapaku esok?
kurindukan tetesan cinta itu dalam hati untuk meraih mentariku kembali. .

By Bernadus jack



0 komentar:

Posting Komentar

My Count