Rabu, 24 Februari 2016
Cek Info PTK Terbaru Semester 2 Tahun Pelajaran 2015/2016
Info PTK terbaru 2016 anda :
Klik Cek Info PTK di Link Pertama : 223.27.144.195:8081
Klik Cek Info PTK di Link Kedua : 223.27.144.195:8082
Klik Cek Info PTK di Link Ketiga : 223.27.144.195:8083
Klik Cek Info PTK di Link Keempat : 223.27.144.195:8084
Klik Cek Info PTK di Link Kelima : 223.27.144.195:8085
Klik Cek Info PTK di Link Pertama : 223.27.144.195:8081
Klik Cek Info PTK di Link Kedua : 223.27.144.195:8082
Klik Cek Info PTK di Link Ketiga : 223.27.144.195:8083
Klik Cek Info PTK di Link Keempat : 223.27.144.195:8084
Klik Cek Info PTK di Link Kelima : 223.27.144.195:8085
Kamis, 04 Februari 2016
CARA
KERJA AKTUATOR PARABOLA
Aktuator
sering juga disebut rotator ataupun protator yang intinya adalah penggerak.
Untuk tracking satelit, agar mudah dalam mencari sinyal satelit tentunya alat
ini sangatlah membantu. Namun banyak pula rotator ini hanya menjadi hiasan antena
parabola di atap genteng semata, karena alat ini tidak berfungsi atau rusak. Maka
dari itu disini diulas seputar bagaimana itu cara kerja aktuator dan bagaimana
pula cara memperbaiki kerusakannya.klik disini
MENGENAL
CARA KERJA AKTUATOR
Blok diagram cara kerja aktuator
Keterangan:
1. Pada
aktuator terdapat 2 sistem kabel yang terhubung ke aktuator. Yaitu ke motor dan
ke sensor. Masing-masing memiliki 2 buah kabel + dan - . jadi keseluruhan
terdapat 4 kabel.
2. Ketika
positioner memerintahkan aktuator untuk bergerak, maka dinamo/motor akan
berputar dan memutar gearbox hingga menuju final gear. Perbandingan gear ratio
gearbox ini sangat redusi, skitar 1:24.
3. Pada
final gear ini terdapat magnet yang turut berputar. Selain terdapat magnet
final gear terhubung ke drat panjang pada stik aktuator. Drat ini diputar oleh
final gear untuk memanjang atau memendekkan stik aktuator.
4. Magnet
disensor oleh reet switch position sensor, lalu apabila reet switch menerima
sensor perpindahan magnet maka sinyal akan dikirimkan ke positioner melalui 2
kabel sensor.
5. Positioner
merespon dengan menampilkan perubahan digit pada display positoner. Tiap perpindahan
magnet yang disensor oleh reet switch akan menampilkan perpindahan 1 digit pada
display. Idealnya satu digit positioner dari sensor adalah sekitar 1/16 putaran
final gear.
6. Apabila
positoner menerima sinyal balikan dari sensor maka positioner akan melanjutkan
eksekusi memutar dinamo, Namun apabila aktuator tidak menerima sinyal balikan
maka positioner akan menampilkan kode error E-2 pada display dan tidak
melanjutkan memutar dynamo. Apabila yang putus adalah kabel motor? maka
otomatis E-2 juga akan muncul, artinya apabila ada salah satu kabel dari 4 kabel
putus maka E-2 pasti tampil.
Contoh apabila kabel
sensor putus / sensor bermasalah
Bagian-bagian
Aktuator
1. Motor
/ Dynamo
Ini merupakan
motor DC jenis Brushed 36V, terdiri dari magnet, kumparan dan brush.
Magnet dan rotor kumparan
Brush
2. Gearbox
Sistem
gearbox terdapat 2 arah yaitu gerakan dari motor menuju final gear dan dari
motor menuju ke limit switch. Final gear berfungsi untuk memanjangkan stik
aktuator dan limit switch berfungsi untuk memutuskan arus pada dinamo apabila
aktuator sudah limit atas ataupun limit bawah. Cara kalibrasi limit switch bisa
dilihat disini: cara memperbaiki aktuator parabola.
Final Gear penghubung drat stik aktuator
3. Stik
Aktuator
Pada
stik aktuator ini juga terdapat 2 buah ball join yang berfungsi sebagai dudukan
yang fleksible pada mounting parabola. Bagian dalam stik aktuator ini terdapat
drat panjang yang berfungsi memanjangkan dan memendekkan stik. Dudukan drat ini
dimounting oleh laker yang sudah dipaten dengan housing stik aktuator.
Stik aktuator
ball join bawah
ball join atas
laker dan drat ulir tengah
4. Sistem
sensor
Hanya
terdapat reet switch sensor dan magnet saja pada sistem ini. Magnet berfungsi
dipasangkan pada final gear agar mengikuti pergerakan putaran final gear. Reet switch
sendiri berfungsi menyensor perpindahan putaran magnet itu.
Magnet dan sensor magnet
reet switch position sensor
5. Limit
switch
Limit
switch merupakan saklar pemutus arus listrik yang menuju ke dinamo. Bagian
penekan limit switch berupa tonjolan yang turut berputar seiring motor beputar,
karena bagian ini terhubung dengan gearbox juga. Pada limit switch juga
terdapat dioda yang berfungsi sebagai katup penyearah arus listrik (supaya
ketika limit switch aktif motor masih bisa berputar balik namun tidak bisa
berputar maju)
Limit Switch sensor
CARA MEMPERBAIKI AKTUATOR PARABOLA
CARA
MEMPERBAIKI AKTUATOR PARABOLA
Aktuator sering juga disebut rotator
ataupun protator yang intinya adalah penggerak. Untuk tracking satelit, agar
mudah dalam mencari sinyal satelit tentunya alat ini sangatlah membantu. Namun
banyak pula rotator ini hanya menjadi hiasan antena parabola di atap genteng semata,
karena alat ini tidak berfungsi atau rusak. Maka dari itu disini diulas seputar
bagaimana itu cara kerja aktuator dan bagaimana pula cara memperbaiki
kerusakannya.
Lebih detail mengenai cara kerja
aktuator dapat dilihat disini
CARA
MEMPERBAIKI KERUSAKAN AKTUATOR
Hampir
semua masalah aktuator yang terdeteksi oleh positioner pasti menampilkan kode
E-2. E-2 itu artinya ERROR jadi ya sudah pasti semua gejala pasti itu E-2 itu yang
muncul pada positioner. Secara umum kerusakan pada aktuator dibagi menjadi 2
hal yaitu kerusakan secara elektric dan kerusakan secara mekanik. Berikut adalah
solusi-solusi perbaikannya.
Yang
paling utama dilakukan terlebih dahulu adalah: Lepas aktuator dari mounting
parabola dan cek dibawah (karena kalau nge-cek di atas atap pasti akan lebih
susah). Yang kedua adalah rakit kembali kabel dari positoner menuju ke
aktuator.
PERMASALAHAN ELEKTRIK
1. Muncul
E-2 ketika baru pertama kali dipencet menggerakan. Atau geser 2 atau 5 digit
muncul E-2.
Kemungkinan
masalah:
Ø Salah
satu dari 4 Kabel putus, perbaikan ini tentu tidak sulit.
Ø Reet
switch bermasalah
Cara memperbaiki Reet Switch:
kerusakan sensor ini biasanya adalah kesalahan pemasangan kabel yang seharusnya
ke motor malah dipasang ke sensor yang mengakibatkan reet switch jadi terbakar
dan rusak. Reet switch dapat diganti baru karena dijual dengan harga murah di
pasaran elektronik. Cara mengecek reet switch dapat menggunakan multimeter,
ketika didekati magnet maka akan terhubung dan ketika magnet menjauh akan
terputus.
Masalah
yang kedua terkait sensor adalah jarak magnet yang terlalu dekat atau terlalu
jauh. Ini solusinya mudah cukup diberi ring/shim pengganjal ketika terlalu
dekat dan bisa juga memapras dudukan magnet ketika terlalu rengang, atau
dudukan reet switch nya yang dinaikkan juga bisa.
2. Aktuator
berfungsi normal namun digit pada display tidak tetap. Misal terkadang PALAPA
di digit 245 tapi setelah ke THAICOM lalu balik kembali ke PALAPA lagi jadi
berubah 239 atau digit lain.
Kemungkinan
penyebab:
Ø Jika
pergeseran hanya 3 sampai 6 digit itu masih wajar. Jika pergeseran antara 6
sampai 15 digit maka perlu di cek kembali baut-baut pada mounting dan aktuator
parabola.
Ø Kemungkinan
yang kedua adalah masalah pada positionernya. Beberapa jenis positioner terlalu
sedikit dalam mengirimkan arus ke dinamo aktuator, jadi final gear terlalu
sedikit pergerakannya dan itu menyebabkan simpangan error pembacaan pada sensor
reet switch. Hal ini berdampak pada
digit pada display positioner.
3. Digit
pada display positioner berganti namun aktuator tidak bergerak. Khususnya terjadi
ketika berpindah satu step-satu step, namun tetep berpindah ketika langsung
berpindah banyak.
Ø Masalah
tidak terjadi pada aktuator Namun pada positionernya.
Jenis positioner yang melakukan eksekusi
pengiriman arus ke motor terlalu singkat, jadi sebenarnya final gear bergerak namun
karena efek magnet dinamo jadi putar balik kembali dan dalam kondisi ini reet
switch tetap menyensor gerakan, Namun aktuator hanya bergerak sedikit sekali atau
praktis tidak bergerak.
Yang kedua memang terdapat positioner
abal-abal yang digit display tersebut berpindah tidak berdasar sensor pada reet
swtich pada aktuator.
Tips:
Jadi alangkah baiknya ketika membeli positoner gunakan test E-2. Yaitu ketika
positioner tidak terhubung motor dan sensor pencet tombol menggerakkan motor. Apabila langsung
muncul E-2 maka itu positioner yang bagus, namun kalau masih sempet memunculkan
digit terlebih dahulu lalu baru muncul E-2 itu berarti positioner kurang OK.
Skema cara kerja aktuator dan positioner
Ø Kemungkinan
yang kedua yang terjadi adalah laker yang terlepas dari housing atau dudukan
drat pada final gear yang kocak. Selebihnya akan dibahas pada kerusakan mekanik
dibawah.
PERMASALAHAN
MEKANIK
1. Drat
karatan dan laker macet.
INI
PALING SERING TERJADI. Hal ini sangat mudah diketahui dengan
cara memutar ball join bagian atas dan terasa berat banget memutarnya. Solusinya
adalah dengan cara menggelontor dengan oli yang sangat banyak atau dengan
cairan anti karat. Oli atau cairan anti karat dapat dimasukkan melalui bagian
laker atau lubang pada stik aktuator. Lepas stik aktuator dab Cepit ujung ball
dengan tanggem/ragum lalu putar ujung drat sebaliknya dengan kunci inggris. Terus
lalukan perputaran menggunakan kunci inggris sambil diberi masukan oli hingga
terasa agak ringan. Kotoran karat akan keluar melalui lubang bawah. Kalau masih
kurang mantep pakai kunci inggris bisa pasangkan bor tangan pada ujung drat
itu, dijamin makin kuat dan rontok semua karatannya.
Drat yang bermasalah akan terasa berat ketika diputar manual
Cepit dengan ragum
Putar dengan kunci inggris
Lumasi hingga banjir Oli di dari bagian ini.
2. Laker
copot dari housing, atau dudukan final gear ke drat kocak
Kreativitas
mekanika lah yang dapat menolong ini. Laker yang copot dapat dikunci kembali
dengan kembali memperdalam coacak pada housing stik aktuator.
Dudukan
drat pada final gear apabila sudah kocak/rusak dapat di Cor kembali menggunakan
lem bakar atau dengan lem dekston.
Dudukan drat / stik aktuator
Final Gear
3. Ball
join macet
Solusi
terbaik adalah dengan memberi pelumas yang banyak atau cairan anti karat.
TAMBAHAN:
1. Cara
mengecek aktuator tanpa positioner
Caranya adalah dengan bantuan power
dari suplay 12V atau lebih, bisa dari aki ataupun adaptor. Berikan arus listrik
pada input motor dan bersamaan itu cek konektivitas sensor dengan multimeter. Dalam
kondisi 12V memang motor berputar sangat pelan. Apabila motor berputar pelan
maka motor aktuator tersebut dalam kondisi bagus, dan apabila konektivitas
sensor putus-nyambung secara bergantian maka kondisi sensor bagus.
Penegcekan aktuator secara manual
2. Cara
kalibrasi limit switch aktuator
Sebenarnya
cara yagn benar adalah melepas penekan saklar lalu menyetel dengan obeng + .
namun apabila ingin yang simpel dan lebih akurat dapat melakukan dengan cara berikut:
Caranya
adalah:
Ø lepas
stik aktuator
Ø putar
dengan menggunakan positioner kearah memendek
Ø putar
terus sampai limit switch aktif
Ø putar
ball join atas aktuator secara manual untuk memendek maksimum
Ø pasangkan
stik aktuator pada dudukannya kembali
Ø selesai
Putar aktuator tanpa stik hingga limit switch menekan
SEMOGA BERMANFAAT
Source : Electric Art - Bogi Power
Langganan:
Postingan (Atom)




