Kamis, 04 Februari 2016
CARA
KERJA AKTUATOR PARABOLA
Aktuator
sering juga disebut rotator ataupun protator yang intinya adalah penggerak.
Untuk tracking satelit, agar mudah dalam mencari sinyal satelit tentunya alat
ini sangatlah membantu. Namun banyak pula rotator ini hanya menjadi hiasan antena
parabola di atap genteng semata, karena alat ini tidak berfungsi atau rusak. Maka
dari itu disini diulas seputar bagaimana itu cara kerja aktuator dan bagaimana
pula cara memperbaiki kerusakannya.klik disini
MENGENAL
CARA KERJA AKTUATOR
Blok diagram cara kerja aktuator
Keterangan:
1. Pada
aktuator terdapat 2 sistem kabel yang terhubung ke aktuator. Yaitu ke motor dan
ke sensor. Masing-masing memiliki 2 buah kabel + dan - . jadi keseluruhan
terdapat 4 kabel.
2. Ketika
positioner memerintahkan aktuator untuk bergerak, maka dinamo/motor akan
berputar dan memutar gearbox hingga menuju final gear. Perbandingan gear ratio
gearbox ini sangat redusi, skitar 1:24.
3. Pada
final gear ini terdapat magnet yang turut berputar. Selain terdapat magnet
final gear terhubung ke drat panjang pada stik aktuator. Drat ini diputar oleh
final gear untuk memanjang atau memendekkan stik aktuator.
4. Magnet
disensor oleh reet switch position sensor, lalu apabila reet switch menerima
sensor perpindahan magnet maka sinyal akan dikirimkan ke positioner melalui 2
kabel sensor.
5. Positioner
merespon dengan menampilkan perubahan digit pada display positoner. Tiap perpindahan
magnet yang disensor oleh reet switch akan menampilkan perpindahan 1 digit pada
display. Idealnya satu digit positioner dari sensor adalah sekitar 1/16 putaran
final gear.
6. Apabila
positoner menerima sinyal balikan dari sensor maka positioner akan melanjutkan
eksekusi memutar dinamo, Namun apabila aktuator tidak menerima sinyal balikan
maka positioner akan menampilkan kode error E-2 pada display dan tidak
melanjutkan memutar dynamo. Apabila yang putus adalah kabel motor? maka
otomatis E-2 juga akan muncul, artinya apabila ada salah satu kabel dari 4 kabel
putus maka E-2 pasti tampil.
Contoh apabila kabel
sensor putus / sensor bermasalah
Bagian-bagian
Aktuator
1. Motor
/ Dynamo
Ini merupakan
motor DC jenis Brushed 36V, terdiri dari magnet, kumparan dan brush.
Magnet dan rotor kumparan
Brush
2. Gearbox
Sistem
gearbox terdapat 2 arah yaitu gerakan dari motor menuju final gear dan dari
motor menuju ke limit switch. Final gear berfungsi untuk memanjangkan stik
aktuator dan limit switch berfungsi untuk memutuskan arus pada dinamo apabila
aktuator sudah limit atas ataupun limit bawah. Cara kalibrasi limit switch bisa
dilihat disini: cara memperbaiki aktuator parabola.
Final Gear penghubung drat stik aktuator
3. Stik
Aktuator
Pada
stik aktuator ini juga terdapat 2 buah ball join yang berfungsi sebagai dudukan
yang fleksible pada mounting parabola. Bagian dalam stik aktuator ini terdapat
drat panjang yang berfungsi memanjangkan dan memendekkan stik. Dudukan drat ini
dimounting oleh laker yang sudah dipaten dengan housing stik aktuator.
Stik aktuator
ball join bawah
ball join atas
laker dan drat ulir tengah
4. Sistem
sensor
Hanya
terdapat reet switch sensor dan magnet saja pada sistem ini. Magnet berfungsi
dipasangkan pada final gear agar mengikuti pergerakan putaran final gear. Reet switch
sendiri berfungsi menyensor perpindahan putaran magnet itu.
Magnet dan sensor magnet
reet switch position sensor
5. Limit
switch
Limit
switch merupakan saklar pemutus arus listrik yang menuju ke dinamo. Bagian
penekan limit switch berupa tonjolan yang turut berputar seiring motor beputar,
karena bagian ini terhubung dengan gearbox juga. Pada limit switch juga
terdapat dioda yang berfungsi sebagai katup penyearah arus listrik (supaya
ketika limit switch aktif motor masih bisa berputar balik namun tidak bisa
berputar maju)
Limit Switch sensor
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar